Pohon Purba Lian — Sebanyak 14 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Hamzanwadi melaksanakan kegiatan kebersihan dan penghijauan di kawasan wisata Pohon Purba Lian pada Jumat, 5 Juni 2026. Kegiatan dimulai pagi hari tanpa apel formal; mahasiswa langsung memasuki area wisata untuk memulai pembersihan dan penanaman rumput. Para mahasiswa bekerja secara terorganisir setelah pembagian tugas singkat di lapangan. Mereka membagi diri ke beberapa tim: tim pembersihan sampah, tim penyiapan media tanam, tim penanaman rumput, dan tim perawatan jalur setapak. Pembersihan difokuskan pada area sekitar pangkal pohon, jalur menuju lokasi wisata, serta tempat berkumpul pengunjung. Sampah organik dan non-organik dipisahkan untuk memudahkan pengelolaan limbah selanjutnya.

Penanaman rumput dilakukan pada bagian-bagian yang rawan erosi dan jalur setapak yang sebelumnya tergerus. Mahasiswa memilih varietas rumput lokal yang telah disesuaikan dengan kondisi tanah dan iklim setempat agar lebih tahan kekeringan dan mudah dirawat. Sebelum menanam, mereka menggemburkan tanah, menambah kompos hasil sumbangan warga, dan membuat pola tanam yang rapi agar pertumbuhan rumput lebih merata. Koordinator lapangan KKN menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang menitikberatkan pada pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata desa. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian Pohon Purba Lian dan mendukung upaya peningkatan kualitas destinasi wisata melalui langkah-langkah sederhana yang berkelanjutan,” ujarnya.
Warga dan pengurus wisata setempat terlibat aktif membantu pelaksanaan kegiatan. Beberapa warga menyumbangkan kompos, alat kebersihan tambahan, serta tenaga untuk membantu pengangkutan material. Ketua RT menghargai inisiatif mahasiswa dan mengatakan bahwa kerja sama ini memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat desa. “Partisipasi mahasiswa sangat berarti bagi kami; lingkungan jadi lebih bersih dan lebih menarik untuk pengunjung,” kata Ketua RT.

Dalam kegiatan sosialiasi singkat yang diadakan di lokasi, mahasiswa memberikan penjelasan kepada pengunjung dan warga tentang pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata, melindungi vegetasi, dan tata cara merawat rumput yang baru ditanam. Mereka membagikan pamflet panduan perawatan sederhana serta mengajak masyarakat untuk membentuk kelompok pemelihara lingkungan yang bertugas melakukan penyiraman dan pemangkasan ringan secara berkala. Dosen pembimbing KKN menilai kegiatan lapangan tersebut sebagai pengalaman pembelajaran penting. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam penghijauan dan manajemen sampah, tetapi juga belajar berkomunikasi efektif dengan masyarakat dan mengorganisir kegiatan di lapangan tanpa bergantung pada prosedur formal. “Praktik lapangan seperti ini melatih tanggung jawab sosial dan kemampuan adaptasi mahasiswa dalam situasi nyata,” katanya.

Panitia KKN dan pengurus desa sepakat membuat jadwal pemeliharaan bersama. Dalam pertemuan singkat usai kerja lapangan, disepakati bahwa kelompok masyarakat peduli lingkungan akan memantau pertumbuhan rumput selama tiga bulan pertama, melakukan penyiraman periodik, dan melaporkan kondisi ke pihak desa serta tim KKN. Pengelola wisata juga akan menempatkan tempat sampah terpadu dan papan informasi kecil yang mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan.
Kegiatan mendapat dokumentasi foto dan video yang akan dipublikasikan di akun media sosial desa dan kampus untuk meningkatkan kesadaran publik dan mengundang wisatawan yang bertanggung jawab. Seorang pengunjung yang menyaksikan kegiatan memuji inisiatif mahasiswa dan berharap upaya ini menjadi awal dari program konservasi jangka panjang. “Suasana di sekitar pohon terasa lebih rapi dan teduh; semoga terus terjaga,” ujarnya. Akhir kegiatan ditandai dengan penyerahan alat kebersihan tambahan dan panduan perawatan rumput kepada pengurus desa. Semua pihak berharap bahwa kolaborasi antara KKN Hamzanwadi dan masyarakat akan menjaga kelestarian Pohon Purba Lian, meningkatkan kenyamanan pengunjung, dan menjadi contoh kegiatan konservasi yang dapat direplikasi di objek wisata lain di wilayah tersebut.

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin.
CAPTCHA Image